Cerita Cita-cita

Assalaamu'alaikum Wr. Wb

Halo.. Apa kabar semuanya? Selamat datang di blog "Aku Punya Cerita". Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan ke'afiatan ya..Sebelumnya terimakasih lhoo sudah mampir hehehe

Hari-hari baik sudah menanti..izinkan aku berbagi..sedikit ceritaku ini..yang in sya Allah akan bermanfaat bagi para pembaca..Aamiin

Hai sobat, siapa yang tidak punya cita-cita? pasti semuanya punya dong.. hanya saja ada yang sudah berhasil mencapainya dan ada juga yang masih dalam proses hehehe

Begitupun denganku, dan aku termasuk salah satu orang yang sudah berhasil mencapainya..aseek pd banget ya Xixixi

Alhamdulillah sobat di umurku yang masih sangat muda aku berhasil menjadi seorang "G" (Cita-citanya aku inisialkan aja ya hehehe maluu).

Sebenarnya untuk menjadi seorang "G" itu harus melewati beberapa tahapan dulu. Tapi lain denganku. Gayung bersambut secepat kau kedipkan mata. Semuanya terjadi begitu cepat. Dan tentunya aku bangga sekali dan merasa bahagia. Karena sesuatu yang aku cita-citakan bisa secepat itu aku dapatkan.

Krik..krik..krik..masih belum mau buka cerita yang sebenarnya seperti apa hehehe. Tapi dari situ aku mulai berpikir bahwa menjadi seorang "G" itu tidaklah harus menjadi cita-cita. Cukup belajar dengan baik dan maksimal saja. Toh kalau kamu memang layak, orang-orangpun secara sendirinya akan menghormati dan menyanjungmu seperti seorang "G". Dan satu lagi kematangan seseorang itu penting dan memang sangat penting dalam menghadapi profesi kehidupannya. Sehingga perlu digojlok, diasah, ditempa untuk mencapai cita-citanya.

Nah sobat, dari situlah aku banyak belajar tentang betapa pentingnya sebuah proses dan tahapan. Dari cerita itu semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih menghargai lagi akan sebuah perjalanan hidup. 

Tidak serta merta apa yang kita inginkan dapat tercapai saat itu juga. Tapi kita perlu berusaha dan menikmati setiap prosesnya.

Seberapa cepat memanglah tergantung seberapa seriusnya kita memperjuangkan. Tapi yang cepat itu terkadang tidak sebagus yang diharapkan. So, bumbu masakan yang diblendpun terkadang tak selezat yang diulek Hehehe

Alhamdulillaah.. Cukup sekian dulu yaa ceritaku.. bye.. bye.. Sampai ketemu lagi di cerita yang akan datang

Wassalam

Komentar

  1. Katanya mau cerita..tpi masih belum mau buka cerita yang sebenarnya..gimana sih wkwk ini mah semacam cerita tentang "rasa malu bercerita" 😂

    BalasHapus
  2. Wa'alaikumsalam...
    Alhamdulillah..
    Lanjut lagi ceritanya...

    BalasHapus

Posting Komentar